BAB 6
Pemberi Pinjaman
Komersial Non formal: Bekerja Dalam Kondisi Pesaingan Monopoli
Peran peminjaman uang komersial
non formal dalam pasar keuangan lokal telah di perdebatkan untuk beberapa
dekade. Bab ini memeriksa tiga pandangan utama perbedaan ini: apakah pinjaman
uang itu adalah bisnis monopoli “tidak baik”, apakah menyediakan nilai yang
memedai bagi debitur,, dan apakah merupakan suatu bentuk persainagn monopoli.
Bukti disajikan untuk menunjukan bahwa kedua pandangan pertama adalah benar
dalam beberapahal, namun tidak dalam hal lain, dan bahwa pandangan ketiga
paling baik menjelaskan peminjaman uangkomersial non formal. Logika ini
mempunyai implikasi kebijakan sangat penting bagi revolusi keuangan mikro.
Pemberi
Kredit Non Formal dalam Pasar Keuangan Mikro
Dalam memeriksa pasar keuangan
non formal, buku ini memusatkan perhatia pada pemberi pinjaman komersial –
karena pentingnya mereka bagi revolusi keuangan mikro. Pembeli pinjaman seperti
itu mengenal pasar keuangan mikro dengan baik, dan lembaga keuangan mikro
komersial telah banyak meminjam banyak meminjam metode mereka. Namun masih ada
kesalahpahaman luas-baik dalam sektor keuangan formal maupun dalam kepustakaan
pembanguna ekonomi-mengenai bagaimana pemberi pinjaman non formal bekerja. Pada
umumnya bank tidak ingin bersaing dengan pemberi pinjaman dalam pasar keuangan
mikro. Ini sebagian karena bankir menganggap bahwa pembeli kredit non formal
memiliki informasi mengenai debitur lebih baik dibanding yang dapat di peroleh
bankir secara efektif-biaya, dan sebagian karena bankir percaya bahwa keuangan
mikro, bengan transaksi kecil akan kurang menguntungkan bagi bank mereka.
Ukuran
Pasar Kredit Non Formal
Hanya ada sedikit pengetahuan
yang akurat mengenai pangsa pasar dari pasar kredit Non formal. Semua yang kita
ketahui adalah bahwa pasar ini besar dan cendrung menyusut sedikit dengan
pembangunan ekonoi. Namun pembiayaan bank yang memasuki pasar kredit pedesaan
bersama dengan pembangunan, dan mencakup sebagia besar saham sektor kuangan
Formal dari pasar ini, cendrung dalam bentuk supsidi kredit pertanian. Karena
kredit ini seringnya diberikan kepada rumah tangga lebih makmur, maka rakyat
miskin masih sangat bergantung pada pasar kredit Non formal. Di thailand
misalnya, volume kredit yang disediakan oleh pemberi kredit non formal dari
pasar kredit pedesaan telah menurun dari 90 persen pada tahun 1975 menjadi 50
persen pada tahun 1985. Namun selama tahun 1984-85 kerja lapangan ekstensif
tentang kredit pedesaan menemukan bahwa kebutuhan kredit petani lebih miskin
masih di layani oleh pasaar non formal atau tidak sama sekali.
Ukuran pasar kredit non formal
dalam negara berkembang sudah didokumentasi dalam empat study yang berbeda yang
diterbitkan tahun 1990an . masing-masing study didasarkan pada bahan perbandingan
yang diambil dari sejumlah negara, yang sebagian besar peduli dengan pasar
kredit pedesaan. Ada kesepakatan umum daari semua karya tulis ini, dan dalam
tulisan lain, bahwa pasar kredit non formal masih besar, dan bahwa sebagian
besar kredit negara berkembang disediakan oleh sektor non formal. Namun
demikian, sebagian study menunjukan bahwa pangsa pasar pemberiaan kredit sektor
formal dalam pasar kredit pedesaan secara relatif masih kecil; ukuran pasar
kredit non formal biasanya biasanya diperbaiki rekan dari sisanya. Lagi pula
biasanya dalam pasar kredit non formal tidak ada cara untuk mengetahui brapa
banyak kredit yang disediakan oleh pemberi pinjaman, berapa banyak oleh ROSCA
dan kelompok bantuan bersama dan swadaya, dan brapa banyak oleh keluarga dan
teman debitur.
Perbedaan
Mengenai Pemberi Pinjaman dan Suku Bunga
Mereka
Biasanya permintaan kredit
debitur berpenghasilan renddah adalah
untuk kredit modal kerja jangka pendek ditempat nyaman dengan proses mudah, jadwal pembayaran sesuai, dan pencairan
cepat, dan dengan suku bunga rendah sehingga debitur dapat membayar kembali
dari sumber penghasilan rumah tangga sementara juga memungkinkan pertumbuhan
pertumbuhan usaha mereka.
Diantara banyak alasan yang
dikemukakan adalah peluang biaya dana, biaya administrasi, premi risiko,
tingkat gagal bayar tinggi, kelangkaan modal, agunan kurang cukup, meminjam
untuk konsumsi, sifat musiman dari permintaan, mobilitas geografis rendah,
rendahnya penghasilan dan pendidikan debitur, dan monopoli keuntungan. Masing-masing
bisa penting dalam keadaan tertentu. Namun tidak ada yang menyikapi pokok inti
persoalan, yang merupakan variasi dipersaingan yang bersifat monopoli.
Pemberi
pinjaman bersifat monopoli dan “tidak baik”
Pinjaman bersifat monopoli
membebani suku bunga luar biasa tinggi, memeras keuntungan secara substansial.
Motif utama kreditur adalah membuat debitur gagal bayar agar dapat merebut
tanahnya, memaksanya kedalam kerja perbudakan, atau membuatnya menjual hasil
produksi kepada pemberi kredit dibawah harga pasar. Ada banyak bukti terutama
dari asia selatan, bahwa bebrapa pemberi kredit komersial non formal meraih
keuntungan monopoli yang dikumpulkan dalam bentuk uang, tanah atau tenaga
kerja-dan bahwa sebagian memang tidak baik.
Pemberian
pinjaman non formal “berharga bagi masyarakat”
Bahwa pemberi pinjaman itu tidak
baik dan membebani suku bunga luar biasa tinggi. Pandangan yang muncul adalah
bahwa pemberi pinjaman umumnya melaksanakan fungsi ekonomi secara sah. Cara
kerja mereka seringkali efektif biaya dan berguna untuk masyarakat miskin
dibanding dengan cara kerja lembaga kusus kredit pertanian, koperasi dan bank
umumnya yang digunakan oleh pemerintah untuk menggantikan pemberi pinjaman.
Perspektif yang muncul adalah bahwa pengaturan finansial non formal,
berdasarkan partisipasi sukarela rakyat pedesaan, adalah kuat dan berguna
secara sosial.
Pinjaman
uang nono formal sebagai persaingan yang bersifat monopoli
Situasi pasar dalam mana sejumlah
besar yang perusahaan yang hasilnya adalah tiruan dekat namun bukan pengganti
sempurna, baik karena diferensiasi produk atau fragmentasi geografis dari
pasar. Fakta bahwa produk ini homogen berarti bahwa perusahaan bisa menaikkan
harga dibanding dengan harga nasabah tanpa kehilangan semua penjualan, sehingga
kurva permintaan melengkung dan bukan garis lurus horisontal.
Variasi model kredit yang
bersifat monopoli berguna untuk menjelsakan pasar kredit non foraml. Variasi
tersebut berbeda dari model klasik
dengan dua cara yang saling terkait erat.
Tiga
pandangan dalam perspektif pembangunan
1.
Pemberi
pinjaman tidak baik dan bersifat monopoli
Pemberi
pinjaman seperti itu ada, namun mereka tidak diwakili mayoritas pemberi
pinjaman non formal. Mereka kebanyakan dijumpai didaerah kurang berkembang.
Namun umumnya pembangunan ekonomo, bersama dengan membangkitkan pekerjaan dan
peluang pendidikan secara luas, merupakam cara paling efektif untuk memberantas
pemberi pinjaman ini.
2.
Nilai
bagi masyarakat
Pemberi
kredit komersial non formal menyediakan kredit kecil dengan cepat dan nyaman
menggunakan prodesur sederhana, dan mereka melayani dengan kolektif banyak yang
layak kredit dari antara rakyat miskin. Sejauh ini mereka menyediakan nilai
bagi masyarakat, terutama dibanyak bagian dunia berkembang, ini tidak
dilaksanakan oleh faktor formal. Dilihat dari perspektif pembangunan, hasilnya
adalah pandangan bahwa tak ada alasan untuk memperbaiki apa yang tidak rusak.
3.
Persaingan
yang bersifat monopoli
Alasan
utama mengapa sebagian besar pemberi pinjaman membebani suku bunga tinggi
adalah bukan karena pemberi pinjaman membebani suku bunga tinggiadalah bukan
karena pemberian kredit itu tidak baik.
Maka alasan utama bukan biaya transaksi dan risiko, tetapi bahwa pemberi
pinjaman bekerja dibawah beranekaragam persaingan yang bersifat monopoli.
Implikasi
kebijakan
Tingkat suku bunga yang
dibebankan kepada debitur miskin terutama berarti bagi perkembangan sosial dan
ekonomi karena bunga tinggi cenderung merintangi pertumbuhan usaha debitur,
karena disebagian besar negara berkembang baik volume kredit komersial non
formal mampu jumlah beditur adalah cukup besar, dan karena keuangan mikro
komersial institusional sebagai suatu alternatif masih belum tersedia luas.
Pandangan nilai masyarakat dari
peminjaman uang membawa kepada semacam pengabaian yang lunak. Apabila pasar
kredit non formal diyakini bekerja baik, maka pengenbangan lembaga keuangan
menguntungkan yang menyediakan kredit mikro akan menjadi prioritas rendah dalam
agenda kebijakan. Pandangan argumen nilai bagi masyarakat menganggap benar bahwa
pemberi pinjaman menyediakan jasa berharga bagi nasabah mereka
Karakteristik
Kredit Komersial Non Formal dari Pemberi Pinjaman
Literatur tentang pemberi pinjaman sukar
membandingkan atau menganalisis karena data, seperti jumlah kredit non formal dikumpulkan
dibawah kondisi berbeda, untuk tujuan berbeda, pada periode berbeda, dan
dibanyak bagian dari dunia. Secara agregat, studi tentang pasar kredit
komersial non formal mencakup banyak jenis kredit. Hasilnya seringkali
dilaporkan dengan hanya sebagian informasi mengenai jangka waktu kredit,
tingkat suku bunga dan tingkat pembayaran kembali seringkali disediakan tanpa
indikasi bagaimana mereka ini dihitung.
Kredit
arus dan kredit persediaan
kredit arus, kredit dengan masa
pembayaran kembali kurang dari satu tahun, karena paling relevan bagi kreditur
adalah arus penghasilan. Sebaliknya, kredit persediaan merujuk kepada kredit
dengan jangka waktu satu tahun atau lebih.
Secara reletif, kredit arus
disediakan untuk jumlah kecil dan jangka pendek. Biasanya kredit ini disediakan
cepat, dengan sedikit atau tanpa pekerjaan kertas bagi debitur dan tanpa
menghiraukan tujuan penggua dana.
Ketentuan untuk meminjam kredit
persediaan juga serupa, dengan dua pengecualan. Pertama, debitur biasanya
terbatas pada beberapa orang yang dikenal baik oleh pemberi kredit dan dengan
siapa ia menyelenggarakan banyak transaksi hubungan timbal balik secara
ekstensif dipasar yang lain. Kedua, agunan umumnya bernilai lebih tinggi dari
pada nilai kredit yang dibutuhkan.
